Salah satu tradisi yang sering diadakan di bulan suci Ramadhan adalah pengajian kitab yang diadakan oleh berbagai masjid, pesantren, dan komunitas Islam. Pengajian ini bukan hanya sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai momen untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat ikatan spiritual umat Muslim di bulan yang penuh berkah ini.
Selama bulan Ramadhan, kegiatan pengajian kitab diadakan secara rutin di Masjid Abdullah Syechan Baghraf Legung Timur Batang-Batang Sumenep ditayangkan secara live streaming oleh organisasi Pemuda Islam Nusantara (PIN) yang mayoritas anggotanya adalah alumni Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah (Lughis). Link Streaming: Link Youtube1 dan Link Youtube2
Pengajian yang diadakan selepas shalat ashar (ba'da sholatil ashr) ini mengkaji "Kitab Nashoihud Diniyah" adalah kitab karya Abdullah bin Alwi al-Haddad yang berisi nasehat-nasehat bijak dan wasiat keagamaan dan "Kitab Fathul Qorib" adalah kitab syarah atau penjelasan dari kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib karya Al Qadhi Abu Syuja. Kitab ini merupakan kitab fiqih yang bermadzhabkan Imam Asy Syafi'i.
Menurut Gus A'la, salah satu alumni Lughis, Pengajian "Kitab Nashoihud Diniyah" di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. "Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Melalui pengajian kitab Nashoihud Diniyah, kita dapat lebih memahami tuntunan agama dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, sehingga mampu meningkatkan kualitas ibadah kita selama bulan suci ini," ujarnya.
“Kami berharap pengajian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam kepada jamaah, khususnya dalam memahami esensi puasa dan ibadah selama Ramadhan,” ungkap Ustadz Fardan yang juga mengisi pengajian "Kitab Fathul Qorib" di Masjid Abdullah Syechan Baghraf dan juga alumni Lughis.
[Gambar: Gus A'la (kiri) dan Ustadz Fardan (kanan)]
Banyak alumni Lughis dan masyarakat umum yang merasa bahwa pengajian kitab memberikan kedamaian batin dan membuka wawasan lebih luas tentang agama. “Setiap kali mengikuti pengajian kitab, saya merasa semakin dekat dengan Allah dan lebih memahami makna dari setiap ibadah yang saya jalankan. Apalagi di bulan Ramadhan, rasanya lebih khusyuk dan mendalam,” kata Anas asal Kampung Pesisir yang kini nyantri Pondok Pesantren Sidogiri dan rutin mengikuti pengajian sejak awal Ramadhan.
Dengan semangat Ramadhan yang tinggi, kegiatan pengajian kitab ini diharapkan menjadi jalan bagi umat Islam untuk memperdalam ilmu agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat tali persaudaraan di antara sesama Muslim. "Semoga bulan Ramadhan ini menjadi momentum untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun pribadi", ungkap Gus Abbas Selaku Ketua Organisasi Pemuda Islam Nusantara (PIN) menutup perbincangan kami.
"Masya Allah Tabarokallah... sukses selalu untuk seluruh alumni Lughis, semoga Allah SWT selalu menyertai setiap aktifitas kita. Amiinn"
Assalamu'alaikum wr.wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan AnugerahNya sehingga website MA Lughatul Islamiyah ini dapat…
Bagaimana pendapat anda terkait pelaksanaan UMBKS Online Tahun Pelajaran 2020-2021 di Lembaga MA Lughatul Islamiyah
Copyright �2019-2020 MA LUGHATUL ISLAMIYAH
Proudly Powered by: Lughis Media